Erotomania; Cinta Memang Bikin Orang Jadi Gila!

Erotomania

Sumber gambar : medstoreland.com

Saya hampir tak pernah menonton televisi. Melihat beritapun hanya melalui berbagai media daring. Setahun lalu, ketika mendengar teman-teman yang heboh karena seseorang yang bernama Dijah Yellow, entah itu hanya sekadar nama beken atau memang ia dilahirkan dengan nama yang unik, sayapun mencari tahu. Apakah ada di antara kalian yang tak tahu siapa itu Dijah Yellow? Jika ada, artinya bukan hanya saya yang tak gaul karena tak mengenalnya. Hehehe…

Sekadar informasi tambahan, Dijah Yellow adalah sesosok perempuan yang membuat heboh dunia media sosial dengan kata-katanya yang membenci Agnes Monica, Ayu Tingting dan juga Raisa. Sifatnya yang super percaya diri membuatnya mendeklarasikan diri sebagai kekasih Justin Bieber. Mengetahui hal tersebut, terlintaslah dalam pikiran, sepertinya ia mengalami suatu gangguan jiwa. Saya langsung teringat dengan sebuah film yang telah lama sekali saya tonton ketika baru saja menyandang predikat mahasiswa kedokteran.

Mungkin kalian jadi bingung, apa hubungan antara Dijah Yellow, gangguan jiwa dan film yang saya tonton? Nah, film yang saya tonton itu adalah sebuah film berdurasi satu jam tiga puluh menit yang berasal dari negeri menara Eiffel yang berjudul A La Folie Pas Du Tout. Film ini menceritakan seorang mahasiswi kesenian yang jatuh cinta pada seorang dokter yang telah menikah. Namun, di akhir film dijelaskan bahwa semua kisah romantisnya bersama sang dokter hanyalah khayalan si wanita. Dokter tersebut bahkan hampir tak mengenalnya. Dalam ilmu kedokteran atau psikologi, kondisi ini disebut sebagai Erotomania.

Kata Erotomania itu sendiri berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata, yaitu eros yang artinya cinta dan manic yang artinya berlebihan. Jadi secara harafiah, Erotomania dapat diartikan sebagai cinta yang berlebihan. Kemudian para ahli mendefenisikannya sebagai suatu keadaan ketika seseorang merasa yakin bahwa ada orang lain yang jatuh cinta setengah mati padanya atau mempunyai hubungan yang spesial dengannya, padahal itu semua tak nyata dan hanya ada pada pikiran penderitanya. Objek yang menjadi khayalan si penderita biasanya merupakan orang yang memiliki status sosial lebih tinggi, seperti selebriti, politikus, atau public figure lainnya. Dengan kata lain, bisa juga disebut kegeeran tapi dalam porsi yang over dosis. Hehehe…

Gangguan jiwa ini pertama kali dituturkan oleh G.G De Clerambault pada tahun 1885. Karena itu, Erotomania dikenal juga dengan nama De Clerambault Syndrome. Menurut Journal of  the National Medical Association, kebanyakan penderita Erotomania adalah perempuan, utamanya yang masih berusia belia. Namun tak menutup kemungkinan ini juga diderita oleh kaum lelaki. Keadaan ini bisa berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan. Bahkan ada yang bertahan hingga bertahun-tahun.

Penderita Erotomania selalu merasa yakin bahwa ada seseorang yang mencintainya. Apapun yang dilakukan oleh objek khayalannya selalu berkaitan dengan dirinya. Ia yakin bahwa orang itu selalu melakukan komunikasi dengannya entah itu secara langsung atau tak langsung. Untuk kasus yang parah, penderita bahkan merasa bisa bertelepati dengan objek khayalannya. Ia merasa yakin apapun yang dilakukan oleh orang itu adalah untuk dirinya. Sebagai contoh, seorang selebriti mengatakan bahwa ia baru saja membeli sesuatu untuk kekasihnya, maka si penderita yang yakin bahwa selebriti tersebut mencintainya akan berpikir bahwa hadiah itu adalah untuknya. Contoh lain, di dalam film yang saya tonton, seorang mahasiswi kesenian merasa yakin bahwa dokter yang bertetangga dengannya telah menyatakan cinta padanya, padahal itu hanya ada dalam pikirannya saja.

Lantas, apa penyebab seseorang bisa mengidap gangguan kejiwaan ini? Belum ada yang tahu pasti. Namun dicurigai ini disebabkan oleh kurangnya perhatian saat penderita masih kecil. Untuk pengobatannya, saat ini para dokter hanya memberikan obat anti-psikosis dan juga psikoterapi, meskipun hal tersebut belum terbukti dapat menyembuhkan dengan tuntas.

Lalu, apakah orang yang mengaku memiliki kekasih seorang artis bisa dikategorikan sebagai penderita Erotomania? Selama tujuannya hanya sekadar bercanda, saya pikir tak masalah. Hal itu berubah jadi masalah jika ia benar-benar yakin dengan candaannya itu. Kesimpulannya, jangan mencintai secara berlebihan. Karena cinta yang berlebihan itu sungguh terbukti bikin orang jadi gila!

 


Referensi :
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2552541/pdf/jnma00042-0059.pdf
http://www.scielo.br/scielo.php?pid=S0101-81082007000200013&script=sci_arttext&tlng=en
Advertisements

2 thoughts on “Erotomania; Cinta Memang Bikin Orang Jadi Gila!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s